Sleman – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) kelompok 7 menggelar program edukasi lingkungan bertajuk “Sahabat Peduli Alam dan Bumi” (SAPA BUMI) bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur’an di Pendhapa Kekandhangan Banyuraden, Sabtu (9/8/2025). Kegiatan ini memadukan pengetahuan ekologi ular dengan nilai-nilai keislaman tentang pelestarian alam.
Febrianto Yudi Susilo, pakar ular dari Komunitas Kekandhangan Banyuraden yang akrab disapa Braso, menjadi narasumber utama dalam acara ini. Ia menjelaskan secara detail perbedaan ular berbisa dan tidak berbisa, serta peran penting ular dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Ular membantu petani dengan memangsa tikus perusak tanaman, sehingga menjadi bagian penting dalam rantai makanan,” jelas Braso.
Afrida Firdausi, salah satu mahasiswa KKN UPY, menyatakan bahwa program ini bertujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Dengan mengenal satwa reptil seperti ular, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian alam,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajarkan tindakan praktis ketika bertemu ular di alam bebas. Braso menekankan pentingnya tetap tenang, tidak memukul atau menangkap ular, serta menjaga jarak aman minimal 2-3 meter.
“Ular hanya menyerang ketika merasa terancam,” tegasnya.
Adnan Iman Nurtjahjo, Sekretaris Kekandhangan Banyuraden, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN ini.
“Pemahaman tentang peran ular dalam ekosistem sejalan dengan konsep Islam tentang khalifah di bumi yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam,” katanya.
Program SAPA BUMI berhasil menarik antusiasme puluhan santri yang hadir. Melalui pendekatan interaktif, anak-anak diajak memahami bahwa semua makhluk hidup memiliki peran penting dalam ekosistem, termasuk ular yang sering dianggap menakutkan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)